PENGERTIAN PRODUKSI
Menurut Pappas (1995)
Produksi adalah berkaitan dengan cara bagaimana sumber daya (masukan)
dipergunakan untuk menghasilkan produk-produk perusahaan (keluaran). Sementara
itu, menurut Beattie dan Taylor (1994) produksi yaitu
proses kombinasi dan koordinasi material-material dan kekuatan-kekuatan (input,
faktor, sumber daya, atau jasa – jasa produksi) dalam pembuatan suatu barang
atau jasa output atau produk.
Menurut Joesron dan Fathorrozi (2003), produksi merupakan hasil
akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan
atau input. Lebih lanjut Putong (2002) produksi atau
memproduksi menambah kegunaan (nilai guna) suatu barang. Kegunaan suatu barang
akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula.
Lebih spesifik lagi produksi adalah kegiatan perusahaan dengan mengkombinasikan
berbagai input untuk menghasilkan output dengan biaya yang minimum.
Ahyari (1979) Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan
manfaatnya atau penciptaan faedah baru. Faedah atau manfaat ini dapat terdiri
dari beberapa macam, misalnya faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat, serta
kombinasi dari beberapa faedah tersebut diatas. Dengan demikian produksi tidak hanya terbatas pada
pembuatan, tetapi sampai pada distribusi. Komoditi bukan hanya dalam bentuk
output barang, tetapi juga jasa. Menurut Salvatore (2001) produksi adalah
merujuk pada transformasi dari berbagai input atau sumber daya menjadi output
berupa barang atau jasa.
Manajemen produksi bertujuan
mengatur penggunaan resources (faktor-faktor produksi) yang
ada baiknya berupa bahan, tenaga kerja, mesin-mesin dan perlengkapan sedemikan
rupa sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efesien.
Berbagai faktor produksi termasuk
pengelolaannya memerlukan koordinasi yang baik sehingga dapat menghasilkan
output optimal. (Mubyarto 1986). Apabila keterbatasan biaya menjadi kendala
maka tindakan yang dilakukan adalah dengan meminimumkan biaya (cost
minimization) dan jika tidak dihadapkan dengan keterbatasan biaya maka
dapat dilakukan melalui pendekatan memaksimumkan keuntungan (profit
maximazation).
Apabila kedua input yang digunakan
dalam proses produksi menjadi variabel, maka variabel yang sering digunakan
adalah pendekatan isoquant dan isocost. Isoquantadalah
kurva yang menujukan kombinasi input yang dipakai dalam proses produksi yang
menghasilkan output tertentu dalam jumlah yang sama. Jumlah produksi
digambarkan oleh pergeseran kurva isoquant, jika suatu perusahaan
memutuskan untuk menambah produksinya maka kurva isoquant akan bergeser kekanan
sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2 berikut (Joesran dan Fathorrozi, 2003).
KONSEP PRODUKSI
Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep
produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak
tempat dan murah harganya. Manajer organisasi yang berorientasi produksi
memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk mencapai efisiensi produksi yang
tinggi dan distribusi yang luas.
Asumsi bahwa konsumen terutama tertarik pada kemudahan mendapatkan produk
dan harga yang rendah berlaku paling tidak dalam dua situasi. Pertama adalah
jika permintaan atas produk melebihi penawaran, seperti yang ada di Negara
berkembang. Dalam situsi ini, konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk
daripada keistimewaan produk tersebut, dan pemasok akan memusatkan perhatian
pada usaha untuk menigkatkan produksi. Situasi kedua adalah ketika biaya
produksi tinggi dan harus diturunkan untuk memperluas pasar.
Beberapa organisasi jasa juga menerapkan konsep produksi. Banyak praktek
dokter dan dokter gigi dikelola dengan prinsip lini perakitan, seperti juga
beberapa agen pemerintah (seperti kantor tenaga kerja dan biro lisensi).
Memang, orientasi manejemen ini dapat manangani banyak kasus perjam, namun
konsep ini sering dituding tidak ramah dan memberikan pelayanan yang buruk.
LANGKAH-LANGKAH
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara umum, proses pengambilan keputusan dibagi menjadi 6 langkah, yaitu :
1.
Pembatasan Masalah
Menentukan dengan jelas batasan-batasan keputusan apa yang akan dibuat.
Dimana mencakup penentuan alternatif-alternatif apa yang ada. Pada tahap ini
biasanya ditanyakan: masalah apa yang dihadapi, siapa yang akan memutuskan,
bagaimana keadaan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan, dan bagaimana
pengaruhnya terhadap tujuan-tujuan manajemen.
2.
Penentuan tujuan
Pada tahap ini ditanyakan: apa tujuan pengambil keputusan, bagaimana
seharusnya si pengambil keputusan menilai hasilnya dibandingkan dengan
tujuannya, bagaimana jika si pengambil keputusan ingin mencapai tujuan yang
bertentangan satu sama lain? Di sektor swasta, hampir semua keputusan ditujukan
untuk mendapatkan laba, selisih antara TR dengan TC. Pencapaian laba maksimum
merupakan tujuan alamiah dari sebuah perusahaan swasta.
3.
Pencarian Alternatif
Pada tahap ini ada beberapa pertanyaan diajukan: apa alternatif tindakan
untuk pencapaian tujuan, variabel apa saja yang dapat kita kendalikan, apa
kendala yang kita hadapi dalam pencapaian tujuan. Setelah mengetahui apa yang
diinginkan, tentunya akan ditanyakan apa pilihan kita. Seorang pengambil
keputusan yang ideal, akan membeberkan semua kemungkinan pilihan yang ada dan
kemudian memilih satu diantaranya yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi
pencapaian tujuan.
4.
Peramalan Dampak
Pada tahap ini mengamati: bagaimana konsekuensi dari setiap alternatif
pilihan, jika hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya, dapatkan
informasi yang lebih baik diperoleh untuk meramalkan suatu hasil. Tugas
peramalan konsekuensi tergantung pada keadaan, bisa dilakukan secara langsung
atau diabaikan sama sekali. Peramalannya bisa dengan:
·
Perhitungan aritmatis
sederhana,
·
menggunakan model
statistik atau ekonometrika,
·
Menggunakan model
deterministik jika keadaannya pasti,
·
Model probabilistik
jika pengambilan keputusan dalam keadaan yang mengandung risiko atau
ketidakpastian.
5.
Penentuan Pilihan
Setelah semua analisis selesai dilakukan, maka kemudian menentukan pilihan
yang paling diinginkan. Jika semua variabel dalam proses peengambilan keputusan
(misalnya tujuan dan hasilnya) bisa dikuantifikasikan, maka dapat menggunakan
beberapa metoda tertentu untuk menetapkan keputusan yang paling optimal, yaitu:
·
Analisis marjinal,
·
Programasi linier,
·
Pohon keputusan
(decision trees),
·
Analisis manfaat-biaya,
dsb.
6.
Analisis
Sensitivitas
Pada tahap akhir ini perlu diperhatikan: bagaimana sifat dari masalah yang
menentukan pilihan tindakan yang optimal, bagaimana pengaruh perubahan
keadaan-keadaan tertentu terhadap keputusan yang optimal yang diambil, apakah
pilihan tersebut peka terhadap perubahan-perubahan variabel ekonomi utama yang
terabaikan oleh si pengambil keputusan tersebut. Analisis sensitivitas
menjelaskan bagaimana suatu keputusan yang optimal akan berubah jika fakta-fakta
ekonomi utama berubah.
Kegunaan dari analisis sensitivitas, yaitu:
1)
Memberikan informasi
faktor-faktor kunci dalam permasalahan yang mempengaruhi keputusan,
2)
Menelusuri pengaruh
perubahan-perubahan variabel yang tidak diyakini manajer, dan
3)
Menghasilkan solusi
dalam kasus proses pengulangan pengambilan kepuutusan jika keadaan-keadaan
tertentu dimodifikasi.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN RISIKO
Membuat keputusan berisiko
memerlukan pertimbangan yang cermat atas berbagai strategi yang tersedia dan
hasil yang mungkin. Proses ini dapat dipecah menjadi beberapa langkah:
1.
Mengidentifikasi sumber-sumber risiko.
2.
Mengidentifikasi kemungkinan hasil yang dapat terjadi
dari suatu peristiwa, seperti berbagai kondisi cuaca atau harga, dan
probabilitas.
3.
Membuat daftar strategi alternatif yang tersedia.
4.
Menghitung konsekuensi atau hasil dari setiap hasil
yang mungkin untuk setiap strategi.
5.
Memperkirakan risiko dan pengembalian yang diharapkan
untuk setiap strategi, dan mengevaluasi trade-off antara mereka.
Sebuah contoh dapat digunakan
untuk menggambarkan langkah-langkah. Asumsikan bahwa petani menanam beberapa
hektar gandum di musim gugur. Sapi jantan Stocker dapat dibeli di musim gugur
dan menyerempet pada
gandum selama musim dingin dan dijual dengan harga kontrak di musim semi.
Sumber utama risiko petani (langkah 1) adalah cuaca, karena mempengaruhi
bagaimana rumput akan tersedia. Asumsikan bahwa ada tiga hasil yang mungkin
untuk kejadian ini - baik, rata-rata, atau kurang (langkah 2) - dan
probabilitas diperkirakan 20, 50, dan 30 persen. Pemilihan probabilitas adalah
penting. Mereka dapat diperkirakan dengan mempelajari kondisi kejadian serta
perkiraan jangka pendek.
Jika membeli sedikit sapi jantan
dan cuaca bagus, akan ada kelebihan rumput yang tersedia, dan kesempatan untuk
keuntungan tambahan akan hilang. Jika sapi jantan terlalu banyak dibeli dan
cuaca buruk, tidak akan ada cukup rumput, pakan tambahan harus dibeli, dan
keuntungan akan berkurang atau kerugian yang timbul. Kemungkinan ketiga, adalah
untuk cuaca rata-rata terjadi dengan pasokan khas pakan tersedia.
Petani sedang mempertimbangkan
tiga tindakan alternatif: pembelian 300, 400, 500 sapi jantan (langkah 3).
Pilihan ini adalah strategi keputusan. Tiga cuaca yang sama yang mungkin untuk
setiap strategi, yang menciptakan sembilan kombinasi hasil potensial untuk
dipertimbangkan. Setelah unsur-unsur dari masalah didefinisikan, akan sangat
membantu untuk mengatur informasi dalam beberapa cara. Dua cara untuk melakukan
ini dengan pohon keputusan atau dengan matriks hasil.


