Friday, February 27, 2015

APA ITU PRODUKSI ?

PENGERTIAN PRODUKSI

Menurut  Pappas (1995) Produksi adalah berkaitan dengan cara bagaimana sumber daya (masukan) dipergunakan untuk menghasilkan produk-produk perusahaan (keluaran). Sementara itu, menurut  Beattie dan Taylor (1994)  produksi yaitu proses kombinasi dan koordinasi material-material dan kekuatan-kekuatan (input, faktor, sumber daya, atau jasa – jasa produksi) dalam pembuatan suatu barang atau jasa output atau produk.
Menurut Joesron dan Fathorrozi (2003),  produksi merupakan hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan atau input.   Lebih lanjut Putong (2002) produksi atau memproduksi menambah kegunaan (nilai guna) suatu barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula. Lebih spesifik lagi produksi adalah kegiatan perusahaan dengan mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output dengan biaya yang minimum.  
Ahyari (1979) Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaatnya atau penciptaan faedah baru. Faedah atau manfaat ini dapat terdiri dari beberapa macam, misalnya faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat, serta kombinasi dari beberapa faedah tersebut diatas. Dengan demikian produksi tidak hanya terbatas pada pembuatan, tetapi sampai pada distribusi. Komoditi bukan hanya dalam bentuk output barang, tetapi juga jasa. Menurut Salvatore (2001) produksi adalah merujuk pada transformasi dari berbagai input atau sumber daya menjadi output berupa barang atau jasa.
Manajemen produksi bertujuan mengatur penggunaan resources (faktor-faktor produksi) yang ada baiknya berupa bahan, tenaga kerja, mesin-mesin dan perlengkapan sedemikan rupa sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efesien.
Berbagai faktor produksi termasuk pengelolaannya memerlukan koordinasi yang baik sehingga dapat menghasilkan output optimal. (Mubyarto 1986). Apabila keterbatasan biaya menjadi kendala maka tindakan yang dilakukan adalah dengan meminimumkan biaya (cost minimization) dan jika tidak dihadapkan dengan keterbatasan biaya maka dapat dilakukan melalui pendekatan memaksimumkan keuntungan (profit maximazation).
Apabila kedua input yang digunakan dalam proses produksi menjadi variabel, maka variabel yang sering digunakan adalah pendekatan isoquant dan isocost. Isoquantadalah kurva yang menujukan kombinasi input yang dipakai dalam proses produksi  yang menghasilkan output tertentu dalam jumlah yang sama. Jumlah produksi digambarkan oleh pergeseran kurva isoquant, jika suatu perusahaan memutuskan untuk menambah produksinya maka kurva isoquant akan bergeser kekanan sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2 berikut (Joesran dan Fathorrozi, 2003).

KONSEP PRODUKSI
Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya. Manajer organisasi yang berorientasi produksi memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan distribusi yang luas.
Asumsi bahwa konsumen terutama tertarik pada kemudahan mendapatkan produk dan harga yang rendah berlaku paling tidak dalam dua situasi. Pertama adalah jika permintaan atas produk melebihi penawaran, seperti yang ada di Negara berkembang. Dalam situsi ini, konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk daripada keistimewaan produk tersebut, dan pemasok akan memusatkan perhatian pada usaha untuk menigkatkan produksi. Situasi kedua adalah ketika biaya produksi tinggi dan harus diturunkan untuk memperluas pasar.
Beberapa organisasi jasa juga menerapkan konsep produksi. Banyak praktek dokter dan dokter gigi dikelola dengan prinsip lini perakitan, seperti juga beberapa agen pemerintah (seperti kantor tenaga kerja dan biro lisensi). Memang, orientasi manejemen ini dapat manangani banyak kasus perjam, namun konsep ini sering dituding tidak ramah dan memberikan pelayanan yang buruk.

LANGKAH-LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara umum, proses pengambilan keputusan dibagi menjadi 6 langkah, yaitu :
1.        Pembatasan Masalah
Menentukan dengan jelas batasan-batasan keputusan apa yang akan dibuat. Dimana mencakup penentuan alternatif-alternatif apa yang ada. Pada tahap ini biasanya ditanyakan: masalah apa yang dihadapi, siapa yang akan memutuskan, bagaimana keadaan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan, dan bagaimana pengaruhnya terhadap tujuan-tujuan manajemen.
2.        Penentuan tujuan
Pada tahap ini ditanyakan: apa tujuan pengambil keputusan, bagaimana seharusnya si pengambil keputusan menilai hasilnya dibandingkan dengan tujuannya, bagaimana jika si pengambil keputusan ingin mencapai tujuan yang bertentangan satu sama lain? Di sektor swasta, hampir semua keputusan ditujukan untuk mendapatkan laba, selisih antara TR dengan TC. Pencapaian laba maksimum merupakan tujuan alamiah dari sebuah perusahaan swasta.
3.        Pencarian Alternatif
Pada tahap ini ada beberapa pertanyaan diajukan: apa alternatif tindakan untuk pencapaian tujuan, variabel apa saja yang dapat kita kendalikan, apa kendala yang kita hadapi dalam pencapaian tujuan. Setelah mengetahui apa yang diinginkan, tentunya akan ditanyakan apa pilihan kita. Seorang pengambil keputusan yang ideal, akan membeberkan semua kemungkinan pilihan yang ada dan kemudian memilih satu diantaranya yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi pencapaian tujuan.
4.        Peramalan Dampak
Pada tahap ini mengamati: bagaimana konsekuensi dari setiap alternatif pilihan, jika hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya, dapatkan informasi yang lebih baik diperoleh untuk meramalkan suatu hasil. Tugas peramalan konsekuensi tergantung pada keadaan, bisa dilakukan secara langsung atau diabaikan sama sekali. Peramalannya bisa dengan:
·         Perhitungan aritmatis sederhana,
·         menggunakan model statistik atau ekonometrika,
·         Menggunakan model deterministik jika keadaannya pasti,
·         Model probabilistik jika pengambilan keputusan dalam keadaan yang mengandung risiko atau ketidakpastian.
5.        Penentuan Pilihan
Setelah semua analisis selesai dilakukan, maka kemudian menentukan pilihan yang paling diinginkan. Jika semua variabel dalam proses peengambilan keputusan (misalnya tujuan dan hasilnya) bisa dikuantifikasikan, maka dapat menggunakan beberapa metoda tertentu untuk menetapkan keputusan yang paling optimal, yaitu:
·         Analisis marjinal,
·         Programasi linier,
·         Pohon keputusan (decision trees),
·         Analisis manfaat-biaya, dsb.
6.        Analisis Sensitivitas
Pada tahap akhir ini perlu diperhatikan: bagaimana sifat dari masalah yang menentukan pilihan tindakan yang optimal, bagaimana pengaruh perubahan keadaan-keadaan tertentu terhadap keputusan yang optimal yang diambil, apakah pilihan tersebut peka terhadap perubahan-perubahan variabel ekonomi utama yang terabaikan oleh si pengambil keputusan tersebut. Analisis sensitivitas menjelaskan bagaimana suatu keputusan yang optimal akan berubah jika fakta-fakta ekonomi utama berubah.
Kegunaan dari analisis sensitivitas, yaitu:
1)      Memberikan informasi faktor-faktor kunci dalam permasalahan yang mempengaruhi keputusan,
2)      Menelusuri pengaruh perubahan-perubahan variabel yang tidak diyakini manajer, dan
3)      Menghasilkan solusi dalam kasus proses pengulangan pengambilan kepuutusan jika keadaan-keadaan tertentu dimodifikasi.

 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN RISIKO
Membuat keputusan berisiko memerlukan pertimbangan yang cermat atas berbagai strategi yang tersedia dan hasil yang mungkin. Proses ini dapat dipecah menjadi beberapa langkah:
1.      Mengidentifikasi sumber-sumber risiko.
2.      Mengidentifikasi kemungkinan hasil yang dapat terjadi dari suatu peristiwa, seperti berbagai kondisi cuaca atau harga, dan probabilitas.
3.      Membuat daftar strategi alternatif yang tersedia.
4.      Menghitung konsekuensi atau hasil dari setiap hasil yang mungkin untuk setiap strategi.
5.      Memperkirakan risiko dan pengembalian yang diharapkan untuk setiap strategi, dan mengevaluasi trade-off antara mereka.

Sebuah contoh dapat digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah. Asumsikan bahwa petani menanam beberapa hektar gandum di musim gugur. Sapi jantan Stocker dapat dibeli di musim gugur dan menyerempet pada gandum selama musim dingin dan dijual dengan harga kontrak di musim semi. Sumber utama risiko petani (langkah 1) adalah cuaca, karena mempengaruhi bagaimana rumput akan tersedia. Asumsikan bahwa ada tiga hasil yang mungkin untuk kejadian ini - baik, rata-rata, atau kurang (langkah 2) - dan probabilitas diperkirakan 20, 50, dan 30 persen. Pemilihan probabilitas adalah penting. Mereka dapat diperkirakan dengan mempelajari kondisi kejadian serta perkiraan jangka pendek.

Jika membeli sedikit sapi jantan dan cuaca bagus, akan ada kelebihan rumput yang tersedia, dan kesempatan untuk keuntungan tambahan akan hilang. Jika sapi jantan terlalu banyak dibeli dan cuaca buruk, tidak akan ada cukup rumput, pakan tambahan harus dibeli, dan keuntungan akan berkurang atau kerugian yang timbul. Kemungkinan ketiga, adalah untuk cuaca rata-rata terjadi dengan pasokan khas pakan tersedia.

Petani sedang mempertimbangkan tiga tindakan alternatif: pembelian 300, 400, 500 sapi jantan (langkah 3). Pilihan ini adalah strategi keputusan. Tiga cuaca yang sama yang mungkin untuk setiap strategi, yang menciptakan sembilan kombinasi hasil potensial untuk dipertimbangkan. Setelah unsur-unsur dari masalah didefinisikan, akan sangat membantu untuk mengatur informasi dalam beberapa cara. Dua cara untuk melakukan ini dengan pohon keputusan atau dengan matriks hasil.


No comments:

Post a Comment